Posted on 29 Jun 2025
Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Iran sempat menjadi sasaran amukan warga di Pasar Limpung, Kabupaten Batang, Kamis siang (26/6/2025). Pria tersebut dituduh melakukan hipnotis saat bertransaksi di sebuah toko hingga memicu kepanikan dan pengeroyokan. Namun, hasil penyelidikan polisi membantah tuduhan itu dan mengungkap bahwa kejadian ini hanyalah kesalahpahaman akibat kendala bahasa saat berbelanja.
Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana melalui Kasatreskrim Polres Batang AKP Imam Muhtadi menjelaskan, pria tersebut sebut saja Ali (bukan nama sebenarnya), merupakan turis asal Iran yang tengah berlibur ke Jawa Tengah bersama keluarganya. Mereka baru saja pulang dari Bali dan sedang menuju Semarang dari Jakarta menggunakan mobil pribadi.
Dalam perjalanan, istri Ali meminta suaminya berhenti di kawasan Pasar Limpung untuk membeli tisu. Saat berada di sebuah toko, Ali mengeluarkan uang pecahan Rp100 ribu untuk membayar barang belanjaannya. Permasalahan timbul saat Ali meminta kembalian dengan pecahan receh. Karena keterbatasan komunikasi dan perbedaan bahasa, terjadi kesalahpahaman antara Ali dengan kasir toko.
Ali menunjuk ke arah laci kasir dengan maksud meminta kembalian dalam bentuk recehan. Namun kasir merasa curiga, terlebih di wilayah tersebut beberapa tahun lalu pernah terjadi kasus hipnotis serupa. Situasi di dalam toko menjadi tegang, suara cekcok kecil terdengar, dan warga sekitar yang mendengar langsung menduga Ali melakukan hipnotis.
Dalam waktu singkat, massa berkumpul dan suasana menjadi ricuh. Warga yang terpancing isu lama langsung melakukan pengeroyokan terhadap Ali. Petugas kepolisian yang datang tak lama kemudian berhasil menenangkan warga dan mengamankan Ali untuk dibawa ke kantor polisi guna dimintai keterangan.
Setelah diperiksa dan didalami, polisi memastikan tidak ada unsur hipnotis. Semua hanya dipicu miskomunikasi dan trauma warga akan kejadian masa lalu. Polisi juga mengimbau warga agar tak mudah terpancing kabar simpang siur dan melakukan tindakan main hakim sendiri.
Pihak kepolisian saat ini terus melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk menenangkan suasana dan memastikan kejadian serupa tak terulang. Sementara Ali dan keluarganya telah kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan pengawalan petugas demi keamanan dan ketenangan bersama.
Posted on 30 Jun 2025
Posted on 30 Jun 2025
Posted on 30 Jun 2025
Posted on 29 Jun 2025
Posted on 29 Jun 2025
Posted on 29 Jun 2025