Warga Mengamuk Hancurkan Mobil Pelaku Tabrak Lari di Medan

Posted on 29 Jun 2025

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Jalan Sisingamangaraja, Medan, pada Sabtu siang (28/6/2025), ketika sebuah mobil pribadi diduga terlibat dalam aksi tabrak lari. Kemarahan warga meledak setelah kendaraan yang diduga menabrak seseorang itu berusaha kabur dari lokasi kejadian. Dalam hitungan menit, massa mulai menyerbu kendaraan tersebut dan merusaknya secara brutal.

Dalam video yang tersebar luas di media sosial, tampak warga memukul bodi mobil dengan benda tumpul seperti batu, kayu, dan tongkat. Suasana menjadi semakin mencekam saat beberapa orang mulai memecahkan kaca depan dan merusak bagian-bagian penting kendaraan. Mobil itu akhirnya terlihat ringsek di beberapa sisi, sementara pengemudinya tidak diketahui keberadaannya.

Seorang warga yang berada di lokasi menyebutkan bahwa kemarahan massa dipicu oleh dugaan bahwa pengemudi telah menabrak seseorang lalu melarikan diri tanpa memberikan pertolongan. "Katanya ada yang ditabrak terus mobilnya kabur, ya warga langsung marah," ujar saksi mata. Namun, hingga saat ini belum ada informasi jelas terkait korban tabrakan tersebut.

Situasi semakin tidak terkendali saat lebih banyak warga datang bergabung dan ikut melampiaskan emosi pada kendaraan yang sudah nyaris hancur itu. Upaya untuk menenangkan massa sempat dilakukan oleh beberapa tokoh masyarakat setempat, namun mereka kewalahan menghadapi jumlah massa yang semakin banyak dan emosi yang sudah memuncak.

Pihak kepolisian baru tiba di lokasi beberapa saat setelah kejadian berlangsung. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari mereka mengenai kronologi kejadian, identitas korban, maupun nasib sang pengemudi. Sejumlah petugas terlihat mengamankan lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Insiden ini menyoroti kembali potensi bahaya dari main hakim sendiri yang kerap terjadi ketika informasi masih simpang siur. Ketegangan sosial yang tinggi dapat dengan cepat berubah menjadi tindakan destruktif yang membahayakan keselamatan bersama.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang. Tindakan kekerasan terhadap kendaraan atau pelaku tanpa kepastian hukum dapat menjadi bumerang hukum bagi semua pihak yang terlibat.